cursor: url("http://img163.imageshack.us/img163/5311/arrowq.gif"), default;

Selasa, 22 April 2014

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

Jaringan komputer

Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).[1] Tujuan dari jaringan komputer adalah[1] agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service).[1] Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server).[1] Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.[1]
Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana.[2]: Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.[2]

Sejarah


ini model Distributed Processing
Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken.[3] Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama.[3] Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.[3]
Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System).[4] Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan.[4] Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer.[4] Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.[4] Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969.[5] Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET.[5] Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.[5] Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing).[3] Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer.[3] Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.[3]

Ini adalah Model Time Sharing System (TSS)
Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET.[5] Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer.[5] Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”.[5] Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat.[5] Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet.[5] Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet).[5] Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.[5] Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern.[5] Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.[5]

Peta logika dari ARPANET
Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun 1979.[6] Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.[6]
Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan.[6] Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini.[6] Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia.[6] Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.[6]
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS.[5] Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih.[5] Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.[5]
Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ).[6] Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat.[6] tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan.[6] Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan.[6] Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.[6]
Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992.[5] Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah).[5] Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs.[5] Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.[5]

Klasifikasi


Contoh model jaringan Klien-Server
Klasifikasi jaringan komputer terbagi menjadi :
  1. Berdasarkan geografisnya, jaringan komputer terbagi menjadi Jaringan wilayah lokal atau Local Area Network (LAN), Jaringan wilayah metropolitan atau Metropolitan Area Network (MAN), dan Jaringan wilayah luas atau Wide Area Network (WAN).[7][8] Jaringan wilayah lokal]] merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau tempat yang berukuran sampai beberapa 1 - 10 kilometer.[7][3] LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan stasiun kerja (workstation) dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya pencetak (printer) dan saling bertukar informasi.[3] Sedangkan Jaringan wilayah metropolitan merupakan perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kota yang cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 - 50 kilometer.[8][7] Kabel transmisi yang digunakan adalah kabel serat optik (Fiber Optic).[8] Jaringan wilayah luas Merupakan jaringan antarkota, antar propinsi, antar negara, bahkan antar benua.[8] Jaraknya bisa mencakup seluruh dunia, misalnya jaringan yang menghubungkan semua bank di Indonesia, atau jaringan yang menghubungkan semua kantor Perwakilan Indonesia di seluruh dunia.[8] Media transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit, tetapi banyak yang mengandalkan koneksi serat optik antar negara.[8]
  2. Berdasarkan fungsi, terbagi menjadi Jaringan Klien-server (Client-server) dan Jaringan Ujung ke ujung (Peer-to-peer).[8] Jaringan klien-server pada ddasaranya ada satu komputer yang disiapkan menjadi peladen (server) dari komputer lainnya yang sebagai klien (client).[8] Semua permintaan layanan sumberdaya dari komputer klien harus dilewatkan ke komputer peladen, komputer peladen ini yang akan mengatur pelayanannya.[8] Apabila komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih dari satu komputer menjadi peladen, sehingga ada pembagian tugas, misalnya file-server, print-server, database server dan sebagainya.[8] Tentu saja konfigurasi komputer peladen biasanya lebih dari konfigurasi komputer klien baik dari segi kapasitas memori, kapasitas cakram keras {harddisk), maupun kecepatan prosessornya.[8] Sedangkan jaringan ujung ke ujung itu ditunjukkan dengan komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat meminta pemakaian bersama sumberdaya dari komputer lainnya, demikian pula harus siap melayani permintaan dari komputer lainnya.[8] Model jaringan ini biasanya hanya bisa diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlalu banyak, maksimum 25, karena komunikasi akan menjadi rumit dan macet bilamana komputer terlalu banyak.[8]
  3. Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas[3]:
    1. Topologi bus
    2. Topologi bintang
    3. Topologi cincin
    4. Topologi mesh
    5. Topologi pohon
    6. Topologi linier
  4. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
    1. Jaringan terpusat
      Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer peladen.[9]
    2. Jaringan terdistribusi
      Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer peladen yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu.[9]
  5. Berdasarkan media transmisi data
    1. Jaringan berkabel (Wired Network)
      Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan.[9] Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.[9]
    2. Jaringan nirkabel(Wi-Fi)
      Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik.[9] Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.[9]



      MENGINSTAL LAN CARD

      langkah2 menginstalasi LAN Card. Dalam contoh ini LAN Card yang
      digunakan berjenis PCI (udah mamad jelasin sebelumnya.. klik di LAN Card jenis PCI pada umumnya mendukung fasilitas Plug-n-Play
      (artinya komputer secara akan mendeteksi dan menginstalasi LAN Card
      yang dipasang, dalam bahasa lain : colok ---> langsung pakee.. ).

      1.Hidupkan Komputer. Muncul desktop Windows XP (bagi yang menggunakan XP).
      2.Sebelumnya,
      LAN Card telah kita pasang di motherboard. Tunggu beberapa saat,
      komputer akan mendeteksi LAN Card yang telah dipasang. Pemberitahuan
      tsb akan muncul di pojok kanan bawah desktop.

      -------------------------------------------------------------------------------------
      catatan
      >> Apabila motherboard menyediakan LAN onboard, maka kamu gak
      perlu lagi memasang LAN Card. Cukup kamu mengaktifkan LAN onboard tsb
      melalui setup BIOS. Caranya :
      1.Hidupkan komputer. Masuk ke setup BIOS.
      2.Tekan
      tombol DEL pada saat booting. Muncul menu utama Award BIOS (ni bagi
      yang BIOS nya pake Award, klo yang pke AMI ato IBM, mari sesuaikan diri
      aja ). Pilihlah "Integrated Peripherals". Buatlah Onboard LAN Boot ROM menjadi "Enabled".



      3.Tekan tombol Esc. Kemudian lakukan penyimpanan pada Save & Exit Setup.

      4.Setelah
      booting & Desktop XP muncul,akan tampak di pojok kanan bawah
      desktop bahwa LAN onboard berhasil dideteksi komputer.
      -------------------------------------------------------------------------------------

      Untuk membuktikan berhasil atau tidaknya proses instalasi LAN Card maupun LAN onboard, kamu bisa mengikuti langkah2 berikut :
      1.Masuk ke My Computer.



      Lalu Masuk ke Control Panel.



      2.Pilih Network and Internet Connections. Pilih Network Connections.

      Jika pada Icon Local Area Connection tidak terdapat tanda "Seru" warna kuning atau tanda "Cross warna merah, artinya proses Instalasi LAN Card atau LAN Onboard berhasil, dan tidak mendapati masalah.

      Demikian
      langkah2 memasang perangkat LAN dan menginstalasi LAN Card atau LAN
      Onboard pada komputer A. Lakukan kembali langkah2 diatas pada
      komputerB, atau komputer lainnya yg akan dijadikan komputer jaringan.

      Panduan Dasar Setting Jaringan Komputer Lokal (LAN – Local Area Network) menggunakan Windows XP

      1.1 Mengenal LAN

      TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan solaris. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia mana pun yang juga terhubung ke internet
      Ciri-ciri jaringan komputer:

      1. berbagi perangkat keras (hardware).

      2. berbagi perangkat lunak (software).

      3. berbagi saluran komunikasi (internet).

      4. berbagi data dengan mudah.

      5. memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.

      Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server.

      Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan.

      LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :
      Komponen Fisik


      Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan

      Komponen Software

      Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.


      Personal Komputer (PC)


      Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputerkomputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.


      Network Interface Card (NIC)


      Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI.


      Saat ini terdapat jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI





      Gambar Jenis kartu jaringan Ethernet


      Tipe Pengkabelan


      Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan Jaringan, yaitu:

      Thin Ethernet (Thinnet)


      Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.

      Thick Ethernet (Thicknet)

      Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.

      Twisted Pair Ethernet


      Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.


      Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed.


      Kabel straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB dan Modem Broadband lansung ke PC (tanpa HUB). Panjang kabel maksimum kabel Twisted-Pair adalah 100 m.

      Fiber Optic


      Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.


      Protokol TCP/IP


      Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI


      IP Address


      IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.


      Network ID Host ID


      IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.


      Kelas-kelas IP Address


      Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel 1.2.


      Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask


      A xxx.0.0.1 s/d xxx.255.255.254 – Defaul subnet mask : 255.0.0.0

      B xxx.xxx.0.1 s/d xxx.xxx.255.254 – Defaul subnet mask : 255.255.0.0

      C xxx.xxx.xxx.1 s/d xxx.xxx.xxx.254 – Defaul subnet mask : 255.255.255.0


      IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.


      Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:

      Network ID = 113

      Host ID = 46.5.6

      Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.


      IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.


      Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1

      Network ID = 132.92

      Host ID = 121.1


      Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx


      IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.


      Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.


      Domain Name System (DNS)


      Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.


      1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).

      2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.

      3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya : microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.


      DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)


      IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host

      Configuration Protocol atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.


      Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya. Terdapat tiga macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring.


      Topologi Bus


      Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.


      1. Topologi Star


      Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.



      2. Topologi Ring


      Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.


      Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.


      Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.


      Network Adapter Card (LAN Card)


      Setiap network card akan memiliki driver atau program yang berfungsi untuk mengaktifkan dan mengkonfigurasi network adapter tersebut disesuaikan dengan lingkungan dimana network card tersebut dipasang agar dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data.


      Sistem Operasi Jaringan


      Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu sistem operasi client-server dan system operasi jaringan peer to peer.


      1. Jaringan Client-Server


      Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.


      Keunggulan

      Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation.
      Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
      Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.


      Kelemahan

      1. Biaya operasional relatif lebih mahal.

      2. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.

      3. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.


      2.1. Setting Jaringan Komputer Lokal (LAN – Local Area Network) menggunakan Windows XP


      Prosedur yang dilakukan untuk mengkonfigurasi Network Adapter Card (bisa dilihat di gambar seperti diatas).


      1. Click Start à Setting à Control Panel sampai keluar kotak dialog Control Panel (seperti terlihat digambar dibawah ini)

      2. Double-Click Icon Network Connection sampai keluar kotak dialog Network Connection

      3. Double-click Icon Local Area Connection sampai keluar kotak dialog Local Connection Area Status

      4. Click Properties sampai keluar kotak dialog Local Area Connection Properties

      5. Double-Click Internet Protocol (TCP/IP) yang ada di dalam kotak dialog Local Area Connection Properties sampai keluar kotak dialog baru : Internet Protocol (TCP/IP) Protocol

      Masukkan data-data IP Address seperti gambar diatas. Data IP Address setiap UAD akan berbeda-beda dan unik (tidak boleh sama antara satu AUD Kampus III dengan UAD Kampus lain ). Data IP Address ini, nanti akan diberikan saat instalasi Broadband selesai (saat aktifasi jaringan)


      Data-data IP Address yang paling diperlukan oleh setiap PC yang akan disetting di setiap remote UAD adalah sbb :

      1. Default Gateway à IP Address dari modem Broadband. Diberikan menyusul saat aktifasi.

      2. IP Address à IP Address ini merupakan satu class dengan IP Modem Broadband (IP Default Gateway) nantinya.

      3. Subnet Mask à Data Blok IP yang akan diberikan, mestilah meng-ingclude-kan data Subnet Mask ini.

      4. Setelah data-data setting TCP/IP ini dimasukkan, click OK untuk menutup kotak dialog Internet Connection (TCP/IP) Properties

      5. click OK untuk menutup kotak dialog “Local Area Connection Properties”

      6. Click Star à Run à sampai keluar kotak dialog RUN, dan ketikkan CMD sampai keluar kotak dialog baru “command”

      7. Di kotak dialog “Command” tadi, ketikkan : ipconfig

      Jika Ethernet dari computer belum tersambung dengan LAN, akan keluar hasil seperti gambar dibawah.

      7.1. Jika dilakukan test PING saat kondisi Komputer belum tersambung ke LAN, akan didapat hasil seperti gambar dibawah.

      7.2. Setelah computer tersambung ke LAN, ketik IPCONFIG /ALL untuk melihat IP Address yang terpasang di Komputer user tersebut. Hasilnya bisa dilihat seperti gambar dibawah ini.

      Jika didapatkan hasil ping test (Request timed out), Kemungkinan ada problem di jaringan Lokal.

      Kemungkinan problem ada bisa dari sbb :

      - Konektor kabel jaringan (kabel LAN) terpasang kurang kencang. à Kencangkan koneksi pemasangan kabel LAN ke port Hub Ethernet dan ke Card PC LAN

      - Kabel LAN yang tidak bagus (ada pin-pin koneksi kabel yang putus ditengah) Ganti dengan kabel LAN lain yang bagus

      - Port Hub Ethernet yang tidak bagus (longgar atau bad contact) à Coba pindah port

      Jika didapatkan hasil ping test seperti gambar diatas (Reply from x.x.x.x ), bisa dipastikan bahwa jaringan beroperasi dengan normal.

      Setiap user jaringan di remote UAD, diharapkan paling tidak, bisa melakukan action seperti diatas. Target user di UAD adalah memastikan jaringan local LAN terhubung dengan IP Ethernet dari Modem Broadband yang merupakan Gateway jaringan UAD menuju Jaringan Server UAD Pusat dan Internet.

      Jika PC user telah bisa melakukan ping test seperti diatas, dan mendapatkan hasil Reply from x.x.x.x à (Ip modem), maka bisa dipastikan jaringan LAN di UAD tersebut tidak ada masalah.

      Setelah memastikan di jaringan LAN tersebut tidak bermasalah, user di UAD diarahkan untuk melakukan TEST PING IP Address Server Pusat. Cara melakukan test ping ini sama dengan melakukan test ping IP Modem di jaringan local. Perbedaannya hanya di IP ADDRESS yang akan di ping dimasukkan IP Address computer yang ada di kantor pusat, atau IP Address yang ada di internet. Selanjutnya dilakuka test aplikasi – aplikasi internet.

      DIarsipkan di bawah: Rileksasi
      « Sejarah Singkat ICDL Produk ICDL di Indonesia »
      Tinggalkan Balasan
      Nama (wajib)
      E-mail (wajib)
      Situs web
      Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel.
      Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel.
      Artikel
      Desember 2007
      November 2007
      Tanggal Ngirim
      November 2007M S S R K J S
      1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30
      Des »

      Posting Terbaru
      Iklan Google Ditunggangi Trojan???
      Produk ICDL di Indonesia
      Panduan Dasar Setting Jaringan Komputer Lokal (LAN – Local Area Network) menggunakan Windows XP
      Sejarah Singkat ICDL
      SLC
      Sambungan
      An-nuur.co.id
      An-nuur.or.id
      SyariahComputer
      SyariahNET
      Klik tertinggi
      syariahcomputer.com/
      id.wordpress.com/tag/rile…
      -

      fungsi Jumper pada Komputer

      perbedaan kabel SATA dan ATA

      PERBEDAAN SRAM, EDORAM, SDRAM, DDRAM dan RDRAM

      SRAM (Static RAM) :
      Memory yang terdiri dari kumpulan flip-flop
      EDORAM (Extended Data Out Random Access Memory) :
      Memiliki kemampuan yang lebih cepat dalam membaca dan mentranfer data dibandingkan dengan RAM biasa
      Slot memory untuk EDORAM adalah 72 Pin
      Bentuk EDORAM yaitu Single Inline Memory Modul (SIMM)
      Memiliki kecepatan lebih dari 66 Mhz
      SDRAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory) :
      Memiliki kemampuan setingkat di atas EDORAM
      Slot memory untuk SDRAM adalah 168 Pin
      Bentuk SDRAM adalah Dual Inline Memory Modul (DIMM)
      Memiliki kecepatan di atas 100 Mhz
      DDRAM :
      Memiliki kecepatan sangat tinggi hingga 1033 Mhz
      Slot memory untuk DDRAM adalah 192 Pin
      Bentuk DDRAM adalah Dual Inline Memory Modul (DIMM)
      Sudah banyak digunakan untuk computer dengan processor Pentium 4
      RDRAM (Rambus Dynamic Random Access Memory) :
      Memiliki kecepatan sangat tinggi hingga 800 Mhz
      Slot memory untuk RDRAM adalah 184 Pin
      Bentuk RDRAM adalah Rate Inline Memory Modul (RIMM)
      Pertama kali digunakan untuk computer dengan processor Pentium 4

      perbedaan antara SDRAM dan DDRAM

      RAM

      Memori akses acak (bahasa Inggris: Random access memory, RAM) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.
      Pertama kali dikenal pada tahun 60'an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic.
      Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis DRAM.
      Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan memori-baca-saja (read-only-memory, ROM), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.
      Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM, karena sifatnya yang sebenarnya juga Random Access seperti halnya SRAM ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau DRAM. Selain itu beberapa bagian dari space addres RAM ( memori utama ) dari sebuah sistem yang dipetakan kedalam satu atau dua chip ROM.



      #PENGINSTALAN

      CARA MENGINSTAL LINUX UBUNTU



      For those of you needing to install Ubuntu for the first time, you may not be sure how to install Ubuntu or what steps are included in this install. Thankfully, you found an article that may help you completely. In this tutorial, I will walk the readers through the whole installation process of Ubuntu 13.04 (Raring). The previous and most likely future versions are the same plus or minus a few options.
      NOTE: This will be a general, stand-alone installation. There are many potential issues with dual-booting and many possible scenarios. In this article, Ubuntu will be installed on its own dedicated computer.




      Ubuntu, like all other Linux distros, is free and legal to download. The disc ISO can be obtained from http://www.ubuntu.com/download/desktop. Once the download completes, the ISO can be burnt/written to a DVD. After that, it is time to install Ubuntu.

      First, go to the computer that needs Ubuntu. Then, make sure the computer will support Ubuntu and your needs. Ask yourself various questions like below.

      -Does this have the required amount of memory for Ubuntu?
      -Is the hard-drive large enough?
      -Is the graphics-card/GPU powerful enough for my graphic design projects or gaming?
      -Is the CPU supported by Ubuntu? Is it powerful enough?
      -Did I get the right Ubuntu ISO? That is, is the computer 32 or 64-bit?
      -Am I going to use devices that Ubuntu does not support?


      If the computer currently has important files, then backup the files to a separate storage unit like a USB external hard-drive. Once you feel the computer's hard-drive can be erased without regrets, place the Ubuntu installation disc in the disc tray.

      The live disc will boot-up and a desktop will be seen. Soon, the system installer will appear with the option to "Try Ubuntu" or "Install Ubuntu". On the side, the language can be chosen. Trying Ubuntu allows users to try out the system or perform recovery on the system already on the computer. We will install Ubuntu.
      01_Install_Ubuntu.png

      The following screen allows users to download and install updates and/or third-party software like Flash and other proprietary software

      The next screen provides settings for encrypting the hard-drive, setting up LVM, and the partitioning scheme for the system. Users can let the installer create partitions and mount points, or this can be performed manually as I will show.

      02_Install_Type.png

      Select the desired storage device and click "New Partition Table". Then, click some free space and press the "+" button. In the new window, make the needed filesystem. If there is still more free space, repeat the process. This window will allow users to choose a filesystem and the mount point. The mount point is the directory that will be attached to this partition. For example, users may want /home/ and /var/ each on a separate partition from /. Unless the user has a specific need, the partitions should be made EXT4. Make sure some space is left for the swap space. To make swap space, set the filesystem type to swap. Generally, swap space should be twice the size of the current available memory. For better performance, make the swap space two partitions, each the size of the current memory. Once finished, click "Install Now".

      03_Filesystem.png

      For those of you that do not understand partition encryption, it is a privacy measure. Assume this computer contains private data for a business or hospital. If the computer is ever stolen and the hard-drive is placed in another computer, the data cannot be seen. However, this does not protect the data from being deleted or formatted.

      LVM stands for Logical Volume Manager. LVM allows a set of hard-drives to be divided into logical volumes instead of physical volumes. A user could have three 2-terabyte hard-drives. With LVM, the user could make two logical volumes each three terabytes. The logical volumes allow partitions to be made that span multiple physical hard-drives.

      Next, click the timezone of your location or type it in the box.

      The following window allows users to setup their keyboard type and layout. A text box is provided for testing.

      05_Keyboard.png

      In the next window, the user will type their name, the hostname, username, and password. The user can also choose to encrypt their home folder. Also, they can setup the system to automatically log in using that username. The installer will then install the system. This can take some time, so read more cool articles on Linux.org while this installs. Once the installation is complete, remove the installation disc and click "Restart Now" on the new window.

      06_name.png

      Boot-up the system and make sure all of your devices work properly. You can then configure the system to your liking and install your needed applications.

      07_complete.png


      Install Ubuntu-Studio:


      When installing Ubuntu Studio, once it boots up, select a language. After that, the user has some options. The user can try out the distro (this is a live disc), install, run a disk check, test memory, or boot from the hard-drive. Of course, we will install Ubuntu Studio. The installer will then run various checks on the hardware.

      Soon, a GUI appears. The user must select a language again. At this point, the installation process is exactly like Ubuntu because Ubuntu Studio is only a remix. The windows are even the same. Once the installer gathers all of the information from you, it will take longer to install than Ubuntu, so you have a lot of time to do something else unless you are bored or want to watch the screen.


      Install *ubuntu:

      Many of the other *ubuntus are installed the exact same way as Ubuntu Studio. The windows may look different since a different user interface may be active, but the process is the same.

      Edubuntu is the same, except there are additional windows after the one that asks about installing third-party software.

      The first one asks if Unity and/or Linux Terminal Server Project (LTSP) can be installed. Next, the user can choose the educational packages to install. The packages include edubuntu-desktop, ubuntu-edu-preschool, ubuntu-edu-primary, ubuntu-edu-secondary, and ubuntu-edu-tertiary. Each package contains many applications.


      Search Tags: Xubuntu Lubuntu Ubuntu-studio Ubuntu studio Kubuntu install installation Canonical Edubuntu

      Attached Files:

      Last edited: Sep 20, 2013